Implementasi manajemen risiko bank merupakan suatu keharusan dalam menciptakan industri perbankan yang sehat, sekaligus suatu keharusan untuk memenuhi ketentuan regulator. Beberapa faktor utama untuk mencapai keberhasilan dalam penerapan manajemen risiko bank adalah tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, komunikasi diantara para bankir, dan komunikasi diantara bank dengan regulator berjalan dengan baik.
Dalam upaya mendorong faktor keberhasilan penerapan manajemen risiko di bank, maka diperlukan suatu wadah organisasi para bankir yang berprofesi sebagai pengelola risiko bank. Wadah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi bagi para bankir dalam upaya menerapkan konsep manajemen risiko secara efektif. Wadah tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi perbankan dalam memberikan masukan kepada otoritas moneter.
Sebenarnya IBI sudah menyampaikan permintaan agar IRPA kompartemen perbankan dapat menjadi bagian dari IBI, sehingga perbankan mempunyai akses terhadap penyelenggaraan sertifikasi yang dibutuhkan perbankan dan accountable dan sejalan dengan anggaran dasar IBI. Namun upaya ini tidak membuahkan hasil, sehingga perbankan merasa perlu mendirikan BARa sebagai saluran aspirasi.
BARa telah meminta kepada IBI agar diperkenankan menjadi bagian dari IBI. IBI sudah menyatakan mendukung dan menyetujui BARa dibawah IBI.
Selanjutnya IBI sudah memberitahukan hal ini pada seluruh asosiasi terkait perbankan seperti Perbanas, Perbarindo, Asbanda, Himbara dan anggota lainnya, dengan tujuan agar industri perbankan mengetahuinya dan mendukung upaya pendirian BARa ini.
Anggota BARa dibatasi hanya profesi bankir, atau ex bankir. Pihak lain pemerhati masalah manajemen risiko akan menjadi stake holder BARa untuk mengembangkan risk management
BARa telah meminta kepada IBI agar diperkenankan menjadi bagian dari IBI. IBI sudah menyatakan mendukung dan menyetujui BARa dibawah IBI.
Selanjutnya IBI sudah memberitahukan hal ini pada seluruh asosiasi terkait perbankan seperti Perbanas, Perbarindo, Asbanda, Himbara dan anggota lainnya, dengan tujuan agar industri perbankan mengetahuinya dan mendukung upaya pendirian BARa ini.
BARa sebagaimana asosiasi profesi lainnya menyusun ateri body of knowledge, dan materi uji kompetensi, yang akan digunakan oleh LSPP menyelenggarakan sertifkasi risk managment.
| Name | Position | Instance |
|---|---|---|
| Wignyo M. Mulyono | Executive Director | BARa |
| Data Not Available Yet | - | - |